Pilihan & Konsekuensi

Dalam hidup kita selalu dihadapkan pada pilihan –

Dimulai di pagi hari saat alarm bunyi, kita bisa memilih untuk: langsung bangun dari kasur pakai metode Mel Robins 5-4-3-2-1-bangun! Atau mau lanjut tidur 10 menit lagi sampai alarm yang tadi di-snooze bunyi lagi, eh taunya bablas sampai sejam, tapi ah gapapalah kan tinggal minta maaf kalaupun telat janjian. Abis itu pun bisa milih: apakah hari ini ngantor tapi harus isi bensin mobil dulu atau call-in sick aja toh nanti siangan bisa mampir ke klinik pasang gaya lemes, bilangnya diare, minta obat sama surat istirahat dari dokter supaya kalaupun dicek sama HRD semuanya nampak legit. Anggaplah pilihan ngantor yang dipilih, pakai baju apa ya hari ini: baju seadanya aja kali ya karena baju yang lain masih belum diambil dari tempat laundry, atau pakai satu set kemeja dan celana yang baru dibeli kemarin di mal aja deh, amanlah belum dicuci juga mah yang penting keren pakai setelan baru. Next, sepatunya yang mana nih: yang putih-ungu dapat beli diskonan kemarin, atau yang lama aja deh biar adalah bangganya dikit pakai barang milik sendiri. Ngopi dulu deh: kopi minimarket aja kali ya secara harus beli sendiri, murmer dan enak juga kan yang penting judulnya ngopi.

Pas sampai tempat kerja, wah udah berasa lapar, mana ngga ada supply bekal hari ini, sial: skip makan sampai siang kali ya anggap aja lagi intermittent fasting secara tengah malam khilaf abis ngebantai nasi putih sama teri kacang dan kentang mustofa, atau telepon deh minta dibeliin buah aja. Duilah ini pakai ada case di kerjaan musti segera diselesaikan, mana tukang edit dokumen lagi ngga available karena masih miting, ngapa sih miting mulu: kerjain sendiri, atau nanti aja dah tunggu dia selesai miting, mendingan sekarang pilih foto-foto sunmori kemarin aja dulu, keren-keren banget buset.

Well, it all just some examples of many choices that we need to live by. As a man, we have granted a thing called free-will, it’s the capacity of an individual to make independent and un-coerced decision of your choices.

However, something to remind here is that you, moreover as a grown-up man, must take full ownership and responsibility for all decision you have made. It all came with consequences. You do good, you’ll get good. You do evil, you’ll get evil.

Enjoy your Sunday – jangan lupa ke gereja, jangan cuma lari pagi terus ngeluh badannya panas atau pergi sunmori!

Karma does exist.

Leave a comment