Pruning Season


Kalau kamu hobi atau paling gak punya peliharaan tanaman atau tumbuhan di rumah, atau di apartment, atau di kosan – wait, it doesn’t sound right, ulang! Kalau kamu hobi atau sedang memelihara tanaman atau tumbuhan, mungkin kamu paham bahwa supaya tanaman kamu tumbuh dengan baik, kamu ngga hanya harus menyiram dan memberi pupuk secara rutin, tapi akan ada masanya dimana kamu harus memangkas bagian-bagian dari tanaman kamu, yang mungkin secara kasat mata masih terlihat baik-baik saja, tapi ternyata dalemnya sudah busuk dan menggerogoti si tanaman utama, supaya dia tidak makin lama makin menjadi benalu yang justru akan mematikan tanaman utama yang kamu pelihara. Seringkali, tanaman utamanya mah ngga tau kalau ada benalu yang menggerogotinya, dia mah kali lagi fokus aja untuk menikmati siraman air, nutrisi pupuk, hangatnya sinar mentari, tanpa sadar bahwa semua itu ngga ada gunanya, pertumbuhannya akan stuck, karena ada benalu yang sedang menggerogoti tubuhnya, nah yang tau apakah ada dan kapan waktunya untuk memangkas benalu ini ya harusnya kamu, yang memelihara tanaman itu – well, kecuali kamu nya juga gak segitu perhatiannya ya sama peliharaan kamu ini.

Hari ini, on my midday break (refer to my previous post), I came across a preaching from Ps. Amanda Zefanya – geez, she’s good!! – dan gua belajar bahwa musim memangkas ini, atau bahasa Jawanya: Pruning Season, tidak hanya terjadi pada tanaman yang kamu pelihara agar lebih banyak menerima manfaat untuk terus dan terus bertumbuh dan berbuah, tapi bisa dipastikan akan juga terjadi dalam hidupmu.

Ouch!

Pasti tau dong gimana rasanya dipangkas, tau kan apa itu dipangkas? Dipotong gitu loh. Rasanya sakit. Rasanya ngga enak. Tapi the ugly truth is – it is part of your life, it is the unavoidable process of life.

Often times, we asked God, the Gardener, to remove or exclude us from this kind of season, karena rasanya sakit, rasanya ngga enak, rasanya ngga nyaman. But you know what, musim ini diijinkan terjadi dalam kehidupan kita karena Tuhan punya maksud baik dibalik semuanya ini, walaupun buset rasanya nggak banget, dan supaya kita tetap memegang dan mempunyai pengharapan sama Tuhan selama kita menjalani proses saat bertahan menghadapi tantangan ini, karena pengharapan itu tidak mengecewakan.

Bertahanlah jika saat ini kamu sedang ada dalam tantangan hidup, jalani selangkah demi selangkah. Butuh ketaatan dan kerendahan hati untuk bisa menjalani hari selangkah demi selangkah. Yakin saja dulu, bahwa saat Tuhan memotong hal-hal yang ngga beres dalam hidup kita, dia akan pakai kita atau kasih berkat ke kita lebih dan lebih lagi. Kesombonganmu, egomu, ambisi pribadimu, kebergantungan kita sama manusia lain, semua akan dipotong. Lucunya, akan ada masanya saat kamu merasa Tuhan seperti membiarkan kita di musim ini, hari-hari yang sepi, sendirian, sakit – but know this, He is not leaving nor forsaking us, He’s there with us throughout the process.

Leave a comment