Maaf itu Gratis, Kepercayaan yang Mahal

Gimana, kamu setuju ngga dengan headline itu: maaf itu gratis, kepercayaan yang mahal. Barusan baca postingan orang yg muncul di FYP TikTok, tulisannya aslinya sih: maaf itu gratis, kepercayaan yang harus dicicil. I rephrased it, and it got me thinking..

Kalau dalam hal maaf atau mengampuni – dalam kitab suciku, ada tertulis bahwa kami harus memaafkan 70×7 kali. Memang sih angka itu simbolis, tapi buset 70×7 itu banyak sekali loh. Gimana kalau ada yang menyakiti hatimu? Memfitnah dan menjelekkanmu? Gimana kalau hal itu dilakukan ngga sekali dua kali tapi berkali-kali?

Maafkanlah.

Recently, I was hurt by a person which I thought would have never done that to me. So I know exactly when I said it sounds easier said than done. Trust me, I know. In fact I was also amazed with myself when I was saying: I forgive you already.

Mungkin kamu bertanya, kok bisa sih lu ngomong gitu – itu palsu, denial, biar dianggap sok cool, atau mau sok punya hati yang baik sih? Well, put it this way, awalnya gua juga bingung sih, kenapa mudah banget gua memaafkan orang lain. But come think about that, as far as I remember, I am always easy to forgive. I was just remember this one person, satu pribadi tak bercacat tak bernoda, yang mau-maunya turun ke bumi untuk menggantikan posisiku mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia-manusia ngga tau diuntung ini, me included. Menyelamatkan kita dari maut. So as naive as it may sound, I was thinking, if He can do that for me, whom have done many sins as far as I live, masa gua ngga bisa memaafkan orang yang sudah menyakiti gua? Although again, I know that it’s so damn hard.

Lagian gini deh ya, ijin bertanya, kalbota (read: kalau boleh tau) emang ada manusia yang ngga pernah berdosa dan bikin salah? Ngga ada kan. Coba ngaku, ada ngga kesalahan yang baru aja kamu lakukan hari ini? Pasti ada.
Tapi ya balik lagi, it happened, shit happens all the time, today they might did us wrong, but we must have been done something wrong elsewhere too. Jadi daripada setelahnya malah jadi buang-buang waktu mikirin hal ini terus-terusan, maafin aja ngga sih? Then move on?

Now, tentang kepercayaan yang katanya mahal dan bahkan harus dicicil – for me, I am all for that, 100%. It is so damn hard and takes years to build trust, but yet so easy to destroy.

But, I would say it’s a consequence of your decision.

Idealnya sih ngga ada seorang dewasa yang harusnya bisa menggunakan otak yang sudah sedemikian rupa dikaruniakan sama Tuhan untuk tidak memikirkan apa konsekuensi yang akan ditanggungnya saat mengambil keputusan untuk setiap hal yang dilakukan. Kalau konsekuensinya adalah hancurnya kepercayaan yang selama ini udah susah payah dibangun karena satu keputusan tolol yang dibuat tanpa mikir panjang, ya gitu deh ya kira-kira.

Anyway, let’s continue learning to forgive, and not broken any trust… guess we’ll be fine?

One response to “Maaf itu Gratis, Kepercayaan yang Mahal”

  1. Ellenoire Avatar
    Ellenoire

    So true. It’s been 2+ months and I’m still learning to do that

    Stay happy and safe ya kamu ❤️

    Like

Leave a comment